Sabtu, 04 Februari 2017

Kisah Wanita yang Rela Mencongkel Kedua Mata Untuk Suami

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebuah riwayat dari Bakran binti ‘Uqbah
menjelaskan bahwa suatu ketika ia bertemu dengan ‘Aisyah Ra saat sedang duduk dan mengenakan pakaian yang berias berbagai warna, kemudian ia pun bertanya pada Aisyah mengenai hal tersebut. Aisyah pun menjawab bahwa ia adalah pohon yang harum dan air suci. Ia bertanya lagi mengenai hafaa’, ia juga mengatakan pada Aisyah bahwa jika Aisyah mempunyai suami dan ia mampu mencongkel kedua bola matanya, kemudian menaruhnya di suatu tempat yang lebih baik dibanding sebelumnya untuk menarik suaminya, maka lakukanlah.




Kisah di atas menunjukkan pemahaman dari Aisyah mengenai kewajibannya tampil cantik dan bersolek di hadapan suami. Mempercantik diri atau berhias dapat membuat para istri lebih dekat dan dicintai oleh sang suami. Tentunya, hal ini tidak dapat dipisahkan dari didikan manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW, tak heran jika Aisyah memahami benar apa kewajibannya terhadap suami.

Mencongkel mata ini hanya sebuah istilah yang mengartikan bahwa sebagai seorang wanita, kita tidak boleh berias diri untuk orang lain, melainkan hanya sang suami yang sudah memiliki hak atas diri kita dan kecantikan kita sebagai istri.

Sebagai wanita, pastinya kecantikan menjadi perhatian sendiri untuk menambah rasa percaya diri. Tak jarang, diantara mereka yang melakukan perubahan bentuk wajah atau badan melalui operasi dan lain sebagainya. Mereka hanya ingin tampil cantik di depan orang lain. Padahal, jelas Islam melarang perbuatan ini. Allah adalah sebaik-baik Pencipta sehingga apa yang ada pada diri kita adalah ciptaan Allah yang terbaik sehingga tidak perlu rendah diri. Kita harus lebih bersyukur atas apa yang diberikan Allah. Belum tentu apa yang kita miliki juga dimiliki orang lain.

Wanita muslimah dilarang untuk berias diri untuk orang lain karena hal ini dapat menimbulkan madharat. Seorang wanita hanya diperbolehkan untuk merias diri di hadapan suami, bahkan hal tersebut menjadi anjuran karena termasuk menyenangkan suami. Demikian juga dengan isi dari hadits yang mengatakan bahwa cerita mencongkel kedua mata untuk suami ini berarti bahwa wanita hanya diperbolehkan mempercantik diri atau berdandan untuk menyenangkan suami. Dari hadits tersebut, maka sudah jelas jika bersolek di hadapan orang lain yang bukan muhrim dapat menimbulkan madharat.

Namun, pada kenyataannya malah terbalik. Pastinya kita sering menemui fenomena seorang wanita yang hanya menggunakan daster, bahkan pakaian lusuh dan sobek saat berada di rumah. Justru, ia akan berdandan ketika hendak keluar rumah dan mengikuti suatu acara. Wanita seperti ini berarti ia tidak memahami bagaimana kewajibannya terhadap suami. Padahal, saat di rumah, suami pasti ingin melihat sang istri tampil cantik, menawan dan wangi. Oleh karena itu, kita harus bisa meluruskan fenomena ini mulai dari diri kita sendiri.

Setelah mengetahui hadits tersebut, maka kita seharusnya sudah mulai mengamalkan hal tersebut. Berdandan saat keluar rumah dapat menimbulkan hasrat dari laki-laki lain dan dapat menyebabkan hal-hal buruk, seperti selingkuh. Salah satu penyebab dari perselingkuhan karena sang istri yang berdandan di luar rumah sehingga menarik perhatian laki-laki lain. Padahal dalam Islam sendiri, seorang wanita dianjurkan untuk menundukkan pandangan saat berjalan di luar rumah agar tidak menimbulkan fitnah. Demikian hikmah dibalik kisah mencongkel kedua mata untuk suami.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Wanita yang Rela Mencongkel Kedua Mata Untuk Suami

0 komentar:

Poskan Komentar