Kamis, 02 Februari 2017

Mengejutkan...Benarkah Nabi Sulaiman Meninggal di Indonesia?

x

x (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sahabat tolongshareya Kisah para Nabi
memang seringkali membuat banyak orang penasaran. Bahkan kini beredar kabar apabila Nabi Sulaiman yang terkenal punya budi pekerti yang baik ini konon katanya meninggal di negara Indonesia.




Lantas , benarkah Nabi Sulaiman ini meninggal di Indonesia ?

Pernyataan tersebut tentunya membuat banyak orang penasaran untuk mengetahui bagaimana kisah sebenarnya. Menanggapi pertanyaan tersebut , seorang ahli matematika Islam asal Indonesia KH Fahmi Basya Hamdi menyakini bila Nabi Sulaiman, atau Solomo Raja Israel, meninggal di Indonesia, tepatnya di Borobudur, Jawa Tengah.

Pernyataan ini tentunya membuat banyak orang terkejut. Hal ini juga dikarenakan selama 33 tahun Basya telah melakukan penelitian dan telah membukukan penemuannya dalam buku yang berjudul Borobudur dan Peninggalan Nabi yang kini telah dicetak sebanyak tujuh kali oleh Zaytuna.

Dalam penemuannya itu , Basya mengatakan apabila Nabi Sulaiman yang lahir sekitar 975-935 SM, tidak meninggal di Rahbaam, Baitul Maqdis-Palestina, seperti yang diketahui oleh masyarakat umum saat ini. Namun , dia meninggal di puncak Borobudur.

“Mengapa khiyam No6 yang ada di Borobodur dibiarkan kosong tidak ada tamasilnya. sebab Nabi Sulaiman wafat di sini,” tegas KH Fahmi Basya, sambil merujuk pada relief seseorang memegang tongkat, di lantai tiga dari atas Borobudur.

Sahabat tolongshareya dari pernyataan tersebut , memang belum diketahui bukti jelas akan teori tersebut . Namun , untuk menguatkan teorinya, Basya mengutip firman Allah yang berisi, takala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka (jin) setelah kematiannya itu, melainkan rayap yang memakan tongkatnya.

“Maka takala ia telah tersungkur, nyatalah bagi jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan, mendapatkan tempatnya,” demikian firman Allah.

Dalam penelitian itu, Basya tidak hanya menjungkirbalikkan kepercayaan masyarakat umum tentang sejarah Borobudur dan Nabi Sulaiman. Namun juga menawarkan wacana baru tentang silsilah Nabi Sulaiman.

Seperti yang dikatakannya, Ibu Nabi Sulaiman, Batsyeba binti Eliam (janda Uria orang Het yang dinikahi Raja Daud ayah Sulaiman) adalah merupakan orang Jawa. Makanya Batsyeba memberi nama anaknya Sulaiman yang artinya hamba yang baik.

Dan dalam bahasa Jawa, nama Sulaiman diambil dari kata Su dan Man yang berarti hamba yang baik. Tentang arti nama itu, Basya kembali menggunakan ayat Alquran yang menyebutkan, bahwa Sulaiman adalah sebaik-baiknya hamba (38.30).

Selain itu, Basya juga mengungkapkan bahwa catatan sejarah yang menyatakan Borobudur peninggalan kerajaan umat Budha, sebab reliefnya banyak berkisah tentang ajaran umat Budha, tidak seluruhnya benar.

Hal ini dikarenakan relief yang ada dalam Borobudur sangat bernuansa kitab dan ajaran Budha yang ada dalam relief Borobudur sangat dimungkinkan ada dalam kitab Zabur, seperti yang ditemukannya saat melakukan penelitian.

“Kalau ada orang mengatakan bahwa sebagian kisah Budha ada di Borobudur, berarti kisah Budha ada dalam kitab Zabur atau sebagian dari Zabur digambarkan di sini (Borobudur),” tegasnya. Dia juga menjelaskan, bahwa Istana Nabi Sulaiman yang digambarkan sangat indah dalam Alquran, sebagai peninggalan dari Raja Daud bisa berada di mana saja. Termasuk di Indonesia, jika merujuk kepada bukti-bukti yang ditemukannya. “Kerajaan Daud yang diwarisi Nabi Sulaiman bisa (berada) di mana saja,” terangnya

Bahkan , Basya kembali mengingatkan kepada para pembacanya, bahwa penelitiannya peninggalan Nabi Sulaiman di Indonesia memberi penekanan kepada nama tempat. Khususnya mengenai kisah Indonesia Negeri Saba yang hilang dan penyebutan Ratu Boko.


“Pemakaian istilah Ratu Boko dalam penelitian ini sekedar (untuk) mengenali tempat, karena tempat itu sekarang bernama Istana Ratu Boko, bukan untuk mengatakan bahwa Ratu Saba (atau Ratu Balqis) sama dengan Ratu Boko,” sambung Basya.

Walaupun sudah banyak pernyataan yang diungkapkan melalui penelitian Basya dalam buku. Kisah kematian Nabi Sulaiman ini belum bisa menjadi bukti kuat. Hal ini juga dikarena sebagai karya ilmiah bisa saja memiliki unsur mengarang atau penambahkan.

Apabila memang Nabi Sulaiman meninggal di Indonesia, sungguh menjadi hal yang Indah dimana Indonesia menjadi salah satu tempat indah dari kisah kenabian yang budiman.

Semoga bermanfaat. Waallahua’alam…

Sumber:Sini

x (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengejutkan...Benarkah Nabi Sulaiman Meninggal di Indonesia?

0 komentar:

Poskan Komentar