Minggu, 05 Februari 2017

Suamiku Ketahuan Selingkuh, Duniaku Seolah Runtuh

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebagai wanita karir, rumah tanggaku boleh
dikatakan amat harmonis. Terlebih setelah dikaruniai dua anak, satu putra dan satu putri, maka kehidupanku menjadi semakin romantis. Namun kehidupan memang tak selamanya manis.




Suatu hari, entah mengapa firasatku tak enak, terasa di hatiku ada yang mengganjal. Aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Benar saja, sampai di rumah, tak kudapatkan tanda-tanda kehidupan, sehingga aku sempat kesal. Namun anehnya, terdengar suara seperti meracau, merintih, disertai bunyi napas tersengal-sengal.

 Ya Allah, kulihat dengan mata kepalaku sendiri, suamiku sedang bermesraan, bercumburayu dengan pembantu. Lemas sudah semua persendianku. Sejak saat itu, pintu hatiku tertutup untuk suamiku. Masih beruntung, ada anak-anak yang menghiburku. Oh, Tuhan, tolonglah aku. [Kasus nyata Ny. X di kota X]

Sahabat Ummi, roda kehidupan senantiasa berputar. Terkadang di atas, sesekali di bawah. Saat berada di atas, hendaklah manusia tidak perlu menepuk dada. Saat berada di bawah, seseorang tidak perlu meratap mengiba. Pasti ada hikmah dari Allah yang begitu indah.

Berikut ini lima solusi bagi Nyonya X yang sedang menghadapi problematika keluarga. Semoga segera mendapatkan hikmah dan pemecahannya.

Pertama, menangislah kepada Allah SWT. Berat memang menghadapi kenyataan bahwa orang yang paling kita cintai diam-diam menjalin hubungan asmara dengan orang lain. Terlebih lagi dengan seorang yang kita percayai. Sakit sekali rasanya hati ini. Namun, sakitnya hati tidaklah menyelesaikan masalah. Malah bisa memperparah masalah. Nah, solusinya mudah. Mengadulah ke Allah SWT. Ambillah air wudu, lakukan salah sunah mutlak dua rakaat, lalu berdoalah. Menangislah di atas sajadah. Lanjutkan dengan membaca Alquran.

Kedua, cobalah untuk bercermin, melakukan evaluasi atau introspeksi diri. Boleh jadi ada hal-hal kecil yang selama ini Anda abaikan dari suami. Seperti membuatkan minuman, menyiapkan tas, baju, atau sepatunya, makan bersama, atau hal-hal lain yang mungkin saja Anda lupakan. Cara termudah adalah dengan berkomunikasi efektif. Luangkan waktu setiap harinya, sebelum Anda berangkat kerja, sepulang kerja, dan sebelum tidur, untuk berbincang-bincang,berdiskusi santai, mengobrol, bercanda, tertawa bersama suami Anda. Menonton televisi atau makan malam merupakan momentum tepat yang perlu diefektifkan untuk berkomunikasi.

Ketiga, ciptakanlah kebersamaan dan kehangatan setiap harinya. Tidak perlu menunggu saat liburan. Luangkanlah waktu minimal satu jam setiap hari untuk makan, minum, duduk, bersantai, berdiskusi, berdua bersama-sama. Lebih seru lagi bila melibatkan anak-anak. Ya, benar. Sambil bermain bersama anak-anak, maka komunikasi dan kebersamaan dapat terjalin indah. Bila sudah demikian, maka kebahagiaan otomatis tercipta

Keempat, libatkan Allah di dalam keluarga. Maksudnya adalah menciptakan suasana keluarga yang relijius. Ajaklah suami untuk salat berjamaah, mendirikan salat malam, berpuasa sunah, tadarus Alquran bersama, atau membaca tafsir dan kisah sahabat bersama anak-anak. Sesekali ajaklah suami dan anak-anak di saat liburan untuk bersilaturahmi mengunjungi panti asuhan atau pondok pesantren penghafal Quran.

Kelima, maafkanlah dan ikhlaskanlah. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Semua orang pasti memiliki lembaran masa lalu. Tak perlu meratapinya. Berusahalah untuk memberikan peluang kedua untuk suami. Awalnya memang terasa berat. Namun seiring berjalannya waktu, maka Anda pasti bisa memaafkan suami. Hadapilah masa depan dengan ceria, tanpa perlu membawa beban masa lalu. Sambutlah dan rayakanlah hari ini dengan penuh kegembiraan, layaknya merpati yang selalu riang menyambut datangnya mentari pagi. [dr. Dito Anurogo]

Profil Penulis
Dito Anurogo, dokter pemerhati problematika rumah-tangga, konsultan pernikahan, dokter digital/online di detik.com, peraih ‘’Gadjah Mada Awards’’ 2015 kategori mahasiswa terinspiratif dan penulis terbaik, kontributor terbaik Desember 2016 di website Ummi online, sertifikasi CME dari Harvard dan Oxford University, penulis 18 buku [salah satunya The Art of Medicine, Gramedia, 2016, dipromosikan di Amazon.com], pembina Network–Preneur  Initiative Center, CEO/Founder Sahabat Literasi Indonesia [Indonesia Literacy Fellowship], studi S-2 Ilmu Kedokteran Dasar [IKD] Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada [FK UGM] Yogyakarta, email ditoanurogo[at]gmail[dot]com.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Suamiku Ketahuan Selingkuh, Duniaku Seolah Runtuh

0 komentar:

Posting Komentar