Sabtu, 01 April 2017

Untuk Para Istri Dan Wanita Wajib Baca Ini.....!!! Jangan Pernah Bentak Suami, Inilah Hukum M3mbentak Suami Menurut Islam, Bantu Share Dan Semoga Bermanfa'at.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam kehidupan Rumah Tangga terjadi sedikit ketidaksamaan
pendapat pada suami istri adalah hal yang lumrah. dengan kondisi seperti apa pun seseorang istri mesti memelankan suaranyaketika bicara dengan suaminya meskipun dia mengganggap gagasannya benar.







Seorang suami yaitu orang yang paling mesti ditaati dan dihorm4ti oleh istri.
Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya tunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :


“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau layak/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri yaitu yang patuh pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka mengulas suatu hal yg tidak bermanfaat, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Bila suami berbuat salah atau salah, Maka telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tidak membentak (bersuara k3r4s), dan tak juga menyinggung perasaannya.

Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– mengisyaratkan kurangnya pengetahuan serta keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang mengasyikkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)

Seperti anak dapat dikira durhaka pada orangtua, jadi istri dapat juga disebutkan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.

Bidadari Marah pada Istri yang Memarahi Suaminya

Bila seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga akan geram pada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

 لاَ تُؤ�'ذِي ام�'رَأَةٌ زَو�'جَهَا فِي الدُّن�'يَا إِلاَّ قَالَت�' زَو�'جَتُهُ مِنَ ال�'حُو�'رِ ال�'عِي�'نِ : لاَ تُؤ�'ذِي�'هِ, قَاتَلَكِ اللهُ, فَإِنَّمَا هُوَ عِن�'دَكَ دَخِي�'لٌ يُو�'شِكُ أَن�' يُفَارِقَكِ إِلَي�'نَا

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanya tamu di sisimu ; hampir saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Ini semestinya jadi pelajaran untuk beberapa istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta'ala mensifatkannya di dalam Al qur'an. Diantara sifatnya yaitu :

إِنَّ لِل�'مُتَّقِينَ مَفَازًا حَدَائِقَ


وَأَع�'نَابًا وَكَوَاعِبَ
أَت�'رَابًا

 " Sebenarnya orang-orang yang bertaqwa memperoleh kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang


sebaya. " (QS an-Naba' : 31-33)

كَذَلِكَ وَزَوَّج�'نَاهُم�' بِحُورٍ عِينٍ
 " Demikianlah, dan Kami berikanlah pada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan : 54)

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَص�'فُوفَةٍ وَزَوَّج�'نَاهُم�' بِحُورٍ عِينٍ

 " Mereka bertelekan diatas dipan-dipan berderetan

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Poskan Komentar