Jumat, 21 April 2017

MENGEJUTKAN.. Ternyata Adik Kandung Ungkap Mimpi Akbar Tiga Hari Sebelum Tewas Ditelan Ular Piton 'Hidup-hidup'

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Akbar (25), petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan
Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas diterkam ular piton atau sanca kembang atau sanca batik, ternyata sedang berjuang untuk keluarganya.











Ceritanya, dia ke kebun untuk memetik kelapa sawit, lalu dijual demi membiayai perjalanannya dari Mamuju Tengah ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.


Di Luwu, Akbar rencananya akan menjemput istrinya bernama Muna dan anaknya.
Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi mengatakan, sekitar sebulan sebelum kejadian ini, Akbar mengantar Muna ke kampung halaman di Luwu untuk melahirkan anak kedua mereka.
"Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo (Luwu) kembali jemput istrinya, kasihan," tutur Junaedi.
Ayah almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa.



"Orangtuanya juga baru sampai tadi pagi (Selasa kemarin), karena dia ada di Tinambung, Polewali Mandar," kata Junaedi.
Polewali Mandar merupakan kabupaten di Sulawesi Barat.
Akbar merupakan anak yatim.
Ibunya meninggal, sedangkan ayahnya masih hidup.
Kematian Akbar belum diketahui Muna.
"Tidak bisa dihubungi (telepon) karena susah jaringan (seluler) di tempatnya," kata Junaedi.
Warga kerap temukan ular





Terpisah, seorang kerabat Akbar, Mursalim, mengatakan, ular berukukan raksasa kerap ditemukan di kawasan kebun sawit tersebut.
"Di sini memang sering ditemukan ular piton raksasa, tapi baru ini pernah kejadian telan orang," kata Mursalim kepada TribunSulbar.com.
Pada tahun 1990-an, kata Mursalim, warga setempat pernah menemukan ular serupa di daerah tersebut.


Ketika itu, lahan sawit baru dibuka.
Berikutnya, pada tahun 2001.
"Juga ditemukan ular piton raksasa sepajang sembilan meter lebih," ujar Mursalim.
Ular yang menerkam Akbar berukuran sekitar tujuh meter.
Warga meyakini Akbar diterkam ular piton saat tengah memanen kelapa sawit.
"Hasil panen sawitnya terhambur, mungkin ini diserang dari belakang ulang," kata warga Mamuju Tengah, Satriawan, kepada Tribunsulbar.com, Selasa (28/3/2017).
Mimpi bertemu almarhumah ibunya






Tiga hari sebelum ditemukan tewas, Akbar sempat mengaku mimpi bertemu almarhumah ibunya.
Akbar mengungkapkan mimpinya kepada adik kandungnya, Nurjaya.
"Waktu malam Jumat, menelpon ke saya, nabilang (dia berkata) mimpika (saya mimpi) ketemu ibu," kata Nurjaya.


Nurjaya mengatakan, isi mimpi Akbar bahwa ibunda mereka memanggil Akbar dan rindu sama anak-anak serta cucu-cucunya.


"Napanggilka (saya dipanggil) ibu, dia rindu, jadi saya bilang kita mi (lah) ke sini ibu, sama cucumu di sini, karena kita selalu ini di sini (di rumah Akbar) berkumpul," tutur Nurjaya menceritakan.
Nurjaya ketika itu tak begitu hirau akan mimpi sang kakak.
"Saya tidak terlalu respon itu hari, karena saya bilang biasa memang orang mimpi," katanya.
Ditelan utuh


Jasad Akbar ditemukan masih utuh di perut ular piton tersebut.
Ular memangsa seluruh tubuh Akbar, mulai kepala hingga kaki.

Posisi kaki korban ada di lambung ular lebih dekat rongga mulut.
Sebaliknya, kepala mayat ke arah kloaka ular atau searah ekor.
Artinya, Akbar ditelan utuh mulai dari kepalanya.
Posisi kaki korban ada di lambung ular lebih dekat rongga mulut.
Sebaliknya, kepala mayat ke arah kloaka ular atau searah ekor.
Artinya, Akbar ditelan utuh mulai dari kepalanya.
Sumber : http://wow.tribunnews.com


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : MENGEJUTKAN.. Ternyata Adik Kandung Ungkap Mimpi Akbar Tiga Hari Sebelum Tewas Ditelan Ular Piton 'Hidup-hidup'

0 komentar:

Poskan Komentar